<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ainurrustandi's Blog</title>
	<atom:link href="http://ainurrustandi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ainurrustandi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2009 05:37:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ainurrustandi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ainurrustandi's Blog</title>
		<link>http://ainurrustandi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ainurrustandi.wordpress.com/osd.xml" title="Ainurrustandi&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ainurrustandi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pramuka Penggalang</title>
		<link>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/pramuka-penggalang/</link>
		<comments>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/pramuka-penggalang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 04:29:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainurrustandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainurrustandi.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Penggalang Penggalang adalah sebuah tingkatan dalam pramuka setelah siaga. Biasanya anggota pramuka tingkat penggalang berusia dari 10-15 tahun. Tingkatan dalam Penggalang Penggalang memiliki beberapa tingkatan dalam golongannya, yaitu : Ramu Rakit Terap Penggalang Garuda Tingkatan Penggalang juga memiliki Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainurrustandi.wordpress.com&amp;blog=6392596&amp;post=4&amp;subd=ainurrustandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Penggalang</h1>
<div class="body">
<div class="content">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" height="29">
<p align="justify"><strong>Penggalang</strong> adalah sebuah tingkatan dalam pramuka setelah siaga. Biasanya anggota pramuka tingkat penggalang berusia dari 10-15 tahun.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Tingkatan dalam Penggalang</strong></p>
<p>Penggalang memiliki beberapa tingkatan dalam golongannya, yaitu :</p>
<ol>
<li>Ramu</li>
<li>Rakit</li>
<li>Terap</li>
<li>Penggalang Garuda</li>
</ol>
<p>Tingkatan Penggalang juga memiliki Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau pendapatkan Tanda Kecapakan Khusus TKK</p>
<p><strong> Sistem Kelompok Satuan Terpisah</strong></p>
<p>Satuan terkecil dalam Penggalang disebut regu. Setiap regu diketuai oleh seorang Pimpinan Regu (PINRU)yang bertanggung jawab penuh atas regunya tersebut. Dalam Gugus depan Penggalang yang dapat berisi lebih dari satu regu putra/putri, terdapat peserta didik yang bertugas mengkoordinir regu-regu tersebut, peserta didik itu disebut Pratama (untuk putra) atau Pratami (untuk putri).</p>
<p>Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama Regu Putra diambil dari nama binatang, misalnya harimau, kobra, elang, kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan nama regu putri diambil dari nama bunga, semisal anggrek, anyelir, mawar, melati.</p>
<p><strong> Trisatya</strong></p>
<p>Janji Pramuka Penggalang (Trisatya) berbeda dengan Siaga dan Penegak/Pandega. Berikut isi Trisatya Penggalang:TRISATYA Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh:</p>
<ol>
<li>Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Mengamalkan Pancasila</li>
<li>Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat</li>
<li>Menepati Dasa Dharma</li>
</ol>
<p><strong> Dasa Dharma</strong></p>
<p>adalah sepuluh janji seorang pramuka</p>
<p><strong>DASA DHARMA</strong></p>
<ol>
<li>Taqwa kepada tuhan yang maha esa</li>
<li>Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia</li>
<li>Patriot yang sopan dan kesatria</li>
<li>Patuh dan suka bermusyawarah</li>
<li>Rela menolong dan tabah</li>
<li>Rajin,terampil,dan gembira</li>
<li>Hemat cermat dan bersahaja</li>
<li>Disiplin,berani dan setia</li>
<li>Bertanggung jawab dan dapat dipercaya</li>
<li>Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan</li>
</ol>
<p><strong>Kegiatan Pramuka Penggalang</strong></p>
<p>Kegiatan dalam tingkatan penggalang antara lain:</p>
<ul>
<li>Jambore</li>
</ul>
<ul>
<li>Lomba Tingkat, adalah pertemuan regu-regu Pramuka Penggalang dalam bentuk lomba kegiatan kepramukaan. Lomba tingkat dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari tingkat gugusdepan (LT-I), ranting (LT-II), cabang (LT-III), daerah (LT-IV), nasional (LT-V).</li>
</ul>
<ul>
<li>Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru), adalah pertemuan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru) dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru) Penggalang, yang bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinru apabila dipandang perlu.</li>
</ul>
<ul>
<li>Penjelajahan (Wide Game), adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos. Setiap pos berisi kegiatan keterampilan kepramukaan seperti morse/semaphore, sandi, tali temali dan sejenisnya.</li>
</ul>
<p>Dalam membuat peta, pramuka penggalang memiliki teknik tersendiri seperti peta pita. Peta pita dibuat oleh dua atau tiga orang yang biasanya mencatat posisi atau titik dari kompas bidik, kemudian orang yang lain akan mencatat kondisi sekitar dalam sebuah meja jalan. Meja lanan sendiri berbentuk papan seukuran kertas folio yang kemudian ditempel kertas yang digulung panjang</p>
<ul>
<li>Latihan Bersama, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dari dua atau lebih gugusdepan yang berada dalam datu kwartir ranting atau kwartir cabang mapun kwartir daerah dengan tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman. Latihan gabungan ini dapat dilaksanakan dalam bentuk lomba, seperti baris-berbaris, PPPK, senam pramuka dan sejenisnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang dilaksanakan secara reguler, untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan. Perkemahan diselenggarakan dalam bentuk Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), Perjusami (Perkemahan Jum&#8221;at Sabtu Minggu), perkemahan liburan dan sejenisnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Gelar (Demonstrasi) Kegiatan Penggalang, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk keterampilan di hadapan masyarakat umum, seperti baris-berbaris, PPPK, gerak dan lagu, membuat konstruksi sederhana dari tongkat/bambu dan tali (pioneering), dan sejenisnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pameran, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Penggalang kepada masyarakat.</li>
</ul>
<ul>
<li>Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu, seperti museum, industri, tempat bersejarah, dan sejenisnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Penggalang.</li>
</ul>
<ul>
<li>Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Penggalang.</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
<p><!-- /#maincontent --></p>
<div class="column span-4 last">
<div class="event box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">Menu Utama</h2>
<div class="content">
<ul>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/index.php">Halaman Utama</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/user.php">Daftar Pramuka</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/jota.php?mod=showjota">Daftar Jota-Joti</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/berita.php">Berita</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/artikel.php">Artikel</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/informasi.php">Informasi</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/edaran.php">Edaran</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/download.php">Dokumen</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/forum/index.php">Forum</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/bukutamu.php">Masukan Saran</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/gallery.php">Album</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/faq.php">Tanya Jawab</a></li>
<p><!--li&gt;<a href="gudep.php?mod=addgudep">Daftar Gudep</a>&lt;/li&#8211;></p>
<li><a href="http://mail.pramuka.or.id/" target="_blank">Email</a></li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="login box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="14%" height="54"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/2.gif" alt="" width="40" height="45" /></td>
<td width="86%">Login</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</h2>
<div class="content">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2">
<tbody>
<tr>
<td></td>
<td>Username       		</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>Password</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>
<div class="thumb"><img src="http://www.pramuka.or.id/securityCode.php" alt="" /></div>
</td>
</tr>
<tr></tr>
<tr>
<td></td>
<td>Masukkan Kode di atas</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><a href="http://www.pramuka.or.id/user.php?mod=lupaPassword">Lupa Password??</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
<div class="link2">
<div class="content">
<ul>
<li>
<div class="icon"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/email.gif" alt="" width="23" height="22" /><a href="http://mail.pramuka.or.id/"> EMAIL ACCOUNT</a></div>
</li>
<li>
<div class="icon"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/world.gif" alt="" width="23" height="26" /><a href="http://www.pramuka.or.id/menuHeader.php?id=13#"> WEB GIS</a></div>
</li>
<li>
<div class="icon"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/sound.gif" alt="" width="23" height="22" /><a href="http://www.pramuka.or.id/menuHeader.php?id=13#"> RADIO PRAMUKA</a></div>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="login box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="11%"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/Host2.gif" alt="" width="64" height="64" /></td>
<td width="89%">E &#8211; Database</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</h2>
<div class="menu_3">
<ul>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/menuHeader.php?id=13#"> E &#8211; Register Anggota </a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/jota.php?mod=addJotaAdmin"> E &#8211; Register Jota-Joti </a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/gudep.php?mod=addGudepAdmin"> E &#8211; Register Gudep </a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/menuHeader.php?id=13#"> E &#8211; Register Kwartir</a></li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="arsip box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="10%"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/archive.gif" alt="" width="44" height="48" /></td>
<td width="90%">Arsip</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</h2>
<div class="content">
<ul>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/arsip.php?mod=arsipBerita">Berita</a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/arsip.php?mod=arsipArtikel">Artikel</a></li>
<li><a title="(AD/ART, SK, PP)" href="http://www.pramuka.or.id/arsip.php?mod=arsipDokumen">Dokumen </a></li>
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/arsip.php?mod=arsipEdaran">Edaran</a></li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="gallery box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="14%"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/kal128.gif" alt="" width="49" height="52" /></td>
<td width="86%">kalender</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</h2>
<div class="content">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="161" bgcolor="#cccccc">
<tbody>
<tr>
<td width="15%" align="left">     </td>
<td width="70%" align="center"><span style="color:#000000;">January 2009</span></td>
<td width="15%" align="right">     </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="161" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td align="center">M</td>
<td align="center">T</td>
<td align="center">W</td>
<td align="center">Th</td>
<td align="center">Fr</td>
<td align="center">St</td>
<td align="center">Sn</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" height="23" align="center" bgcolor="#ffffff"><span> </span></td>
<td width="23" height="23" align="center" bgcolor="#ffffff"><span> </span></td>
<td width="23" height="23" align="center" bgcolor="#ffffff"><span> </span></td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">1</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">2</td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">3</td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">4</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">5</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">6</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">7</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">8</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">9</td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">10</td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">11</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">12</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">13</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">14</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">15</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">16</td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">17</td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">18</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">19</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">20</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">21</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">22</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">23</td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">24</td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">25</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">26</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">27</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">28</td>
<td style="background-color:#ffffff;" width="23" height="23" align="center">29</td>
<td style="border-style:solid;border-width:1px;" width="23" height="23" align="center"><span style="color:#f00000;">30</span></td>
<td style="background-color:#eeeeee;" width="23" height="23" align="center">31</td>
<td width="23" height="23" align="center"><span> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
<p><!-- start keg --></p>
<div class="login box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="11%"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/Folder%20-%20scheduled%20tasks.gif" alt="" width="39" height="50" /></td>
<td width="89%">Kegiatan Selanjutnya</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</h2>
<div class="content">
<ul class="keg_selanjutnya">
<li><a href="http://www.pramuka.or.id/menuHeader.php?id=13#">
<div>Belum ada kegiatan</div>
<p></a></li>
</ul>
</div>
</div>
<p><!-- end keg --> <!-- start pramuka link --></p>
<div class="blog box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="17%"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/Network%20connections.gif" alt="" width="36" height="43" /></td>
<td width="83%"><span class="span_blog"> Pramuka Link</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</h2>
<div class="content">
<ul>
<li><a href="http://www.scout.org/">WOSM</a></li>
<li><a href="http://pramukaugm.org/">Blog Pramuka UGM</a></li>
<li><a href="http://www.jamboreremaja2008.tk/">Web Jambore Remaja 2008</a></li>
<li><a href="http://pramukanet.org/">Web Media Pramukanet</a></li>
<li><a href="http://rakasmuda.com/new/">Web Pramuka Smada Ngawi</a></li>
<li><a href="http://kwarcabcilegon.multiply.com/">Kwarcab Cilegon</a></li>
<li><a href="http://www.festivalgunungpuntang2009.blogspot.com/">Blog Festival Gunung Puntang</a></li>
<li><a href="http://pramukasmpn3.blogspot.com/">Blog Pram SMPN3 Jombang</a></li>
<li><a href="http://www.sdnolobangsan.blogspot.com/">Blog Siaga SDN Nolobangsan</a></li>
<li><a href="http://www.pramadewa.com/">Web Gudep Pramadewa JKT</a></li>
<li><a href="http://prios-pramuka.org/">Web PRIOS</a></li>
<li><a href="http://pramuka.umy.ac.id/">Web Gudep UMY</a></li>
<li><a href="http://pramukakita.multiply.com/">Blog Gudep PGDA Depok Asri</a></li>
<li><a href="http://mangkubumikartini.dagdigdug.com/">Web Gudep SMKN 3 Yogya</a></li>
<li><a href="http://goens.edublogs.org/kepramukaan/detik-kelahiran-gerakan-pramuka/">Blog Pramuka Edublogs</a></li>
<li><a href="http://www.racanadiponegoro.com/">Web Racana Diponegoro</a></li>
<li><a href="http://www.geocities.com/yosemite/trails/1613/">Web Pramuka ITB</a></li>
<li><a href="http://www.pramukaonline.com/">Web Pramuka UIN Syarif JKT</a></li>
<li><a href="http://www.rainas2008.org/">Web Rainas2008 DKI Jakarta</a></li>
<li><a href="http://esito.web.id/2008/06/revolusi-coklat-saatnya-pramuka-bukan-sekedar-pemuda-memimpin-bangsa/">Web Artikel ES Ito</a></li>
<li><a href="http://www.pramukabengkalis.org/">Kwarcab Bengkalis</a></li>
<li><a href="http://www.kwarcabpamekasan.org/">Kwarcab Pamekasan</a></li>
<li><a href="http://racana.freephphoster.com/index.php">Web Racana STAIN Surakarta</a></li>
<li><a href="http://pramukamas.or.id/index.php?option=com_frontpage&amp;Itemid=1">Kwarcab Semarang</a></li>
<li><a href="http://www.pesantren-latansa.sch.id/pramuka_putri.html">Web Artikel Pramuka Putri LT</a></li>
<li><a href="http://pramuka-its.org/">Web Pramuka ITS</a></li>
<li><a href="http://www.sakabaharijogja.uni.cc/">Web Saka Bahari Jogja</a></li>
<div style="margin-bottom:5px;padding-top:5px;"></div>
</ul>
</div>
</div>
<p><!-- end pramuka link --></p>
<div class="poll box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">Kontak Administrator</h2>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr align="center">
<td><a href="http://messenger.yahoo.com/edit/send/?.target=danang_dandies%5C"><br />
<img src="http://opi.yahoo.com/online?u=danang_dandies&amp;m=g&amp;t=1&amp;l=us%5C" border="0" alt="" /></a></td>
</tr>
<tr align="center">
<td>danang</td>
</tr>
<tr align="center">
<td><a href="http://messenger.yahoo.com/edit/send/?.target=%5C"><br />
<img src="http://opi.yahoo.com/online?u=&amp;m=g&amp;t=1&amp;l=us%5C" border="0" alt="" /></a></td>
</tr>
<tr align="center">
<td>diddoy</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><!---  start video --></p>
<div class="poll box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="32%"><img src="http://www.pramuka.or.id/img/icon/Folder%20-%20my%20pictures.gif" alt="" width="44" height="51" /></td>
<td width="68%">Album</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</h2>
<div class="content">
<div class="thumb"><a href="http://www.pramuka.or.id/menuHeader.php?id=13#"><img src="http://www.pramuka.or.id/file_gallery/thumbs/th_Closing_ASJ_16267.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="thumb"><a href="http://www.pramuka.or.id/menuHeader.php?id=13#"><img src="http://www.pramuka.or.id/file_gallery/thumbs/th_closing_ASJ_22392.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="thumb"><a href="http://www.pramuka.or.id/menuHeader.php?id=13#"><img src="http://www.pramuka.or.id/file_gallery/thumbs/th_Dok_Humas_Kwarn4045.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
</div>
<p><!-- end pramuka ink --></div>
<div class="column span-18">
<div id="linksbox" class="box" style="padding-bottom:0;">
<h2 style="padding-top:0;">produk &#8211; produk dan organisasi pramuka</h2>
<div class="content">
<div>&lt;!&#8211;<a href="page.html">Buku Pramuka</a></p>
<p>&#8211;&gt;</p>
<div>
<table border="0" width="80%">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_01.jpg" alt="" /></td>
<td><img src="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_02.jpg" alt="" width="99" height="120" /></td>
<td><img src="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_04.jpg" alt="" width="87" height="120" /></td>
<td><img src="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_05.jpg" alt="" width="92" height="120" /></td>
<td><img src="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_06.jpg" alt="" width="91" height="120" /></td>
<td><img src="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_07.jpg" alt="" width="77" height="120" /></td>
<td><img src="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_08.jpg" alt="" width="73" height="120" /></td>
<td><img src="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_09.jpg" alt="" width="115" height="120" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><!--/#linksbox--></div>
<div id="footer">
<p><span class="copyright">Hak Cipta 2008 Pintar Kwartir Nasional Gerakan Pramuka</span> <a href="http://www.pramuka.or.id/bukutamu.php">Kritik/Saran</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainurrustandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainurrustandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainurrustandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainurrustandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainurrustandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainurrustandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainurrustandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainurrustandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainurrustandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainurrustandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainurrustandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainurrustandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainurrustandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainurrustandi.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainurrustandi.wordpress.com&amp;blog=6392596&amp;post=4&amp;subd=ainurrustandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/pramuka-penggalang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c8975f0d66935cf6bb1cc2fe5e88efa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ainurrustandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/securityCode.php" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/email.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/world.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/sound.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/Host2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/archive.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/kal128.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/Folder%20-%20scheduled%20tasks.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/Network%20connections.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://opi.yahoo.com/online?u=danang_dandies&#38;m=g&#38;t=1&#38;l=us%5C" medium="image" />

		<media:content url="http://opi.yahoo.com/online?u=&#38;m=g&#38;t=1&#38;l=us%5C" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/icon/Folder%20-%20my%20pictures.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/file_gallery/thumbs/th_Closing_ASJ_16267.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/file_gallery/thumbs/th_closing_ASJ_22392.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/file_gallery/thumbs/th_Dok_Humas_Kwarn4045.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_04.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_05.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_06.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_07.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_08.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pramuka.or.id/img/bannerfooter_09.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>gerakan pramuka MTs Annizhomiyyah</title>
		<link>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/gerakan-pramuka-mts-annizhomiyyah/</link>
		<comments>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/gerakan-pramuka-mts-annizhomiyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 04:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainurrustandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/gerakan-pramuka-mts-annizhomiyyah/</guid>
		<description><![CDATA[Perceraian dan Kesiapan Mental Anak Oleh Martina Rini S. Tasmin, SPsi. Jakarta, 18 April 2002 Mama….kenapa kita sekarang tinggal bersama Kakek dan Nenek? Papa tinggal di mana, Ma? Kasihan ya Papa tinggal sendirian, nggak sama kita lagi. Papa pasti kesepian deh, Ma. Yuk kita tinggal bareng Papa lagi, Adek kangen&#8230; deh sama Papa. Membaca percakapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainurrustandi.wordpress.com&amp;blog=6392596&amp;post=3&amp;subd=ainurrustandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="611" bgcolor="#be7373">
<tbody>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-bottom:6px;"><strong><span style="font-family:Trebuchet MS;color:#800000;font-size:medium;">Perceraian                         dan Kesiapan Mental Anak</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="97%">
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="justify"><strong><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:xx-small;"><span style="color:#000080;">Oleh </span> <a href="http://www.e-psikologi.com/lain-lain/penulis.htm">Martina Rini S. Tasmin, SPsi.</a></span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:#800000;font-size:x-small;">Jakarta,                         18 April 2002</span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<blockquote>
<p style="margin-top:25px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN"><span><em>Mama….kenapa                           kita sekarang tinggal bersama </em><em>Kakek                           dan Nenek</em><em>?                           Papa tinggal di mana, Ma? Kasihan ya </em></span><span><em>P</em><em>apa                           tinggal sendirian, nggak sama kita lagi. Papa pasti                           kesepian deh, Ma. Yuk kita tinggal bareng </em><em>P</em><em>apa                           lagi, </em><em>A</em><em>dek                           kangen</em><em>&#8230;</em><em> </em><em>deh                           sama </em><em>P</em><em>apa.</em></span></span></span></p>
</blockquote>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d"></td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:12px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Membaca                         percakapan di atas, </span><span lang="IN">tentulah</span><span lang="IN"> kita sudah bisa membayangkan apa yang terjadi dalam                         keluarga tersebut. Apalagi kalau bukan perceraian. <span lang="IN">Angka                         perceraian di Indonesia mungkin tidak setinggi di </span>Amerika                         Serikat (66,6% perkawinan berakhir dengan perceraian)                         ataupun di Inggris (50%), tapi kita tahu bahwa di                         Indonesia pun banyak perkawinan berakhir dengan                         perceraian, apalagi kalau melihat berita-berita tentang                         perceraian selebritis Indonesia akhir-akhir ini.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:18px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:small;"><strong>Kesiapan                         Anak Menghadapi Perceraian</strong></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:12px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Perceraian                         seringkali berakhir menyakitkan bagi pihak-pihak yang                         terlibat, termasuk di dalamnya adalah anak-anak.                         Perceraian juga dapat menimbulkan stres dan trauma untuk                         memulai hubungan baru dengan lawan jenis. Menurut Holmes                         dan Rahe, perceraian adalah penyebab stres kedua paling                         tinggi, setelah kematian pasangan hidup.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:6px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Pada                         umumnya orangtua yang bercerai akan lebih siap                         menghadapi perceraian tersebut dibandingkan anak-anak                         mereka. Hal tersebut karena sebelum mereka bercerai                         biasanya didahului proses berpikir dan pertimbangan yang                         panjang, sehingga sudah ada suatu persiapan mental dan                         fisik. Tidak demikian halnya dengan anak, mereka                         tiba-tiba saja harus menerima keputusan yang telah                         dibuat oleh orangtua, tanpa sebelumnya punya ide atau                         bayangan bahwa hidup mereka akan berubah. Tiba-tiba saja                         Papa tidak lagi pulang ke rumah atau Mama pergi dari                         rumah atau tiba-tiba bersama Mama atau Papa pindah ke                         rumah baru. Hal yang mereka tahu sebelumnya mungkin                         hanyalah Mama dan Papa sering bertengkar, bahkan mungkin                         ada anak yang tidak pernah melihat orangtuanya                         bertengkar karena orangtuanya benar-benar rapi menutupi                         ketegangan antara mereka berdua agar anak-anak tidak                         takut.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:6px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Kadangkala,                         perceraian adalah satu-satunya jalan bagi orangtua untuk                         dapat terus menjalani kehidupan sesuai yang mereka                         inginkan. Namun apapun alasannya, perceraian selalu                         menimbulkan akibat buruk pada anak, meskipun dalam kasus                         tertentu perceraian dianggap merupakan alternatif                         terbaik daripada membiarkan anak tinggal dalam keluarga                         dengan kehidupan pernikahan yang buruk.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:6px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Jika                         memang perceraian adalah satu-satunya jalan yang harus                         ditempuh dan tak terhindarkan lagi, apa tindakan terbaik                         yang harus dilakukan oleh orangtua (Mama dan Papa) untuk                         mengurangi dampak negatif perceraian tersebut bagi                         perkembangan mental anak-anak mereka. Dengan kata lain                         bagaimana orangtua menyiapkan anak agar dapat                         beradaptasi dengan perubahan yang terjadi akibat                         perceraian. </span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:18px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:small;"><span lang="IN"><strong><span>Sebelum </span></strong><span><strong>Berpisah</strong></span></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:12px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Sebelum                         perceraian terjadi, biasanya didahului dengan banyak                         konflik dan pertengkaran. Kadang-kadang pertengkaran                         tersebut masih bisa ditutup-tutupi sehingga anak tidak                         tahu, namun tidak jarang anak bisa melihat dan mendengar                         secara jelas pertengkaran tersebut. Pertengkaran                         orangtua, apapun alasan dan bentuknya, akan membuat anak                         merasa takut. Anak tidak pernah suka melihat orangtuanya                         bertengkar, karena hal tersebut hanya membuatnya merasa                         takut, sedih dan bingung. Kalau sudah terlalu sering                         melihat dan mendengar pertengkaran orangtua, anak dapat                         mulai menjadi pemurung. Oleh karena itu sangat penting                         untuk tidak bertengkar di depan anak-anak.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:18px;" align="justify"><span lang="IN"><strong><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:small;">Ketika                         Akhirnya Berpisah</span></strong></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:12px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Masa                         ketika perceraian terjadi merupakan masa yang kritis                         buat anak, terutama menyangkut hubungan dengan orangtua                         yang tidak tinggal bersama. Berbagai perasaan berkecamuk                         di dalam bathin anak-anak. Pada masa ini anak juga harus                         mulai beradaptasi dengan perubahan hidupnya yang baru.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:6px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Hal-hal                         yang biasanya dirasakan oleh anak ketika orangtuanya                         bercerai adalah:</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">tidak                             aman (<em>insecurity),</em></span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">tidak                             diinginkan atau ditolak oleh orangtuanya yang pergi,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">sedih                             dan kesepian,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">marah,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">kehilangan,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">merasa                             bersalah, menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab                             orangtua bercerai.</span></span></p>
</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Perasaan-perasaan                         tersebut di atas oleh anak dapat termanifestasi dalam                         bentuk perilaku:</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">suka                             mengamuk, menjadi kasar, dan tindakan agresif                             lainnya,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">menjadi                             pendiam, tidak lagi ceria, tidak suka bergaul,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">sulit                             berkonsentrasi dan tidak berminat pada tugas sekolah                              sehingga prestasi di sekolah cenderung menurun,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">suka                             melamun, terutama mengkhayalkan orangtuanya akan                             bersatu lagi.</span></span></p>
</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Proses                         adaptasi pada umumnya membutuhkan waktu. Pada                         awalnya anak akan sulit menerima kenyataan bahwa                         orangtuanya tidak lagi bersama. Meski banyak anak yang                         dapat beradaptasi dengan baik, tapi banyak juga yang                         tetap bermasalah bahkan setelah bertahun-tahun                         terjadinya perceraian. Anak yang berhasil dalam proses                         adaptasi, tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika                         meneruskan kehidupannya ke masa perkembangan selanjutnya,                         tetapi bagi anak yang gagal beradaptasi, maka ia akan                         membawa hingga dewasa perasaan ditolak, tidak berharga                         dan tidak dicintai. Perasaan-perasaan ini dapat                         menyebabkan anak tersebut, setelah dewasa menjadi takut                         gagal dan takut menjalin hubungan yang dekat dengan                         orang lain atau lawan jenis.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:6px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Beberapa                         indikator bahwa anak telah beradaptasi adalah:</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">menyadari                             dan mengerti bahwa orangtuanya sudah tidak lagi                             bersama dan tidak lagi berfantasi akan persatuan                             kedua orangtua,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">dapat                             menerima rasa kehilangan,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">tidak                             marah pada orangtua dan tidak menyalahkan diri                             sendiri,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">menjadi                             dirinya sendiri lagi.</span></span></p>
</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:12px;" align="justify"><span lang="IN"><strong><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:small;">Apa                         yang Sebaiknya Dilakukan Orangtua</span></strong></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:12px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN"><span>Berhasil                         atau tidaknya seorang anak dalam beradaptasi terhadap                         perubahan hidupnya ditentukan oleh daya tahan dalam                         dirinya sendiri, pandangannya terhadap perceraian, cara                         orangtua menghadapi perceraian, pola asuh dari si                         orangtua tunggal dan terjalinnya hubungan baik dengan                         kedua orangtuanya. Bagi orangtua yang bercerai, mungkin                         sulit untuk melakukan intervensi pada daya tahan anak                         karena hal tersebut tergantung pada pribadi                         masing-masing anak, tetapi sebagai orangtua mereka dapat                         membantu anak untuk membuatnya memiliki pandangan yang                         tidak buruk tentang perceraian yang terjadi dan tetap                         punya hubungan baik dengan kedua orangtuanya. Di bawah                         ini adalah beberapa saran yang sebaiknya dilakukan                         orangtua agar anak sukses beradaptasi, jika </span>perpisahan                         atau perceraian terpaksa dilakukan:</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16">
<p align="justify">
</td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<ol style="font-family:Trebuchet MS;font-size:10pt;">
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Begitu                             perceraian sudah menjadi rencana orangtua, segeralah                             memberi tahu anak bahwa akan terjadi perubahan dalam                             hidupnya, bahwa nanti anak tidak lagi tinggal                             bersama Mama dan Papa, tapi hanya dengan salah                             satunya.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Sebelum                             berpisah ajaklah anak untuk melihat tempat tinggal                             yang baru (jika harus pindah rumah). </span><span lang="IN">Kalau                             anak akan tinggal bersama kakek dan nenek, maka                             kunjungan ke kakek dan nenek mulai dipersering.                             Kalau ayah/ibu keluar dari rumah dan tinggal sendiri,                             anak juga bisa mulai diajak untuk melihat calon                             rumah baru ayah/ibunya.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Di                             luar perubahan yang terjadi karena perceraian,                             usahakan agar sisi-sisi lain<span> </span>dan kegiatan rutin sehari-hari si anak tidak                             berubah. Misalnya: tetap mengantar anak ke sekolah                             atau mengajak pergi jalan-jalan.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Jelaskan                             kepada anak tentang perceraian tersebut. Jangan                             menganggap anak sebagai anak kecil yang tidak tahu                             apa-apa, jelaskan dengan menggunakan bahasa                             sederhana. Penjelasan ini mungkin perlu diulang                             ketika anak bertambah besar.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Jelaskan                             kepada anak bahwa perceraian yang terjadi bukan                             salah si anak.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Anak                             perlu selalu diyakinkan bahwa sekalipun orangtua                             bercerai tapi mereka tetap mencintai anak. Ini sangat                             penting dilakukan terutama dari orangtua yang pergi,                             dengan cara: berkunjung, menelpon, mengirim surat                             atau kartu. Buatlah si anak tahu bahwa dirinya                             selalu diingat dan ada di hati orangtuanya.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Orangtua                             yang pergi, meyakinkan anak kalau ia menyetujui anak                             tinggal dengan orangtua yang tinggal, dan                             menyemangati anak agar menyukai tinggal bersama                             orangtuanya itu.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Orangtua                             yang tinggal bersama anak, memperbolehkan anak                             bertemu dengan orangtua yang pergi, meyakinkan anak                             bahwa dia menyetujui pertemuan tersebut dan                             menyemangati anak untuk menyukai pertemuan tersebut.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Kedua                             orangtua, merancang rencana pertemuan yang rutin,                             pasti, terprediksi<span> </span>dan konsisten antara anak dan orangtua yang                             pergi. Kalau anak sudah mulai beradaptasi dengan                             perceraian, jadwal pertemuan bisa dibuat dengan                             fleksibel. </span><span lang="IN">Penting                             buat anak untuk tetap bisa bertemu dengan kedua                             orangtuanya. Tetap bertemu dengan kedua orangtua                             membuat anak percaya bahwa ia dikasihi dan inginkan.                             Kebanyakan anak yang membawa hingga dewasa                             perasaan-perasaan ditolak dan tidak berharga adalah                             akibat kehilangan kontak dengan orangtua yang pergi.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Tidak                             saling mengkritik atau menjelekkan salah satu pihak                             orangtua di depan anak.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Tidak                             menempatkan anak di tengah-tengah konflik. Misalnya                             dengan menjadikan anak sebagai pembawa pesan antar                             kedua orangtua, menyuruh anak berbohong kepada salah                             satu orangtua, menyuruh anak untuk memihak pada satu                             orangtua saja. Anak menyayangi kedua orangtuanya,                             menempatkannya di tengah konflik akan membuatnya                             bingung, cemas dan mengalami konflik kesetiaan.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Tidak                             menjadikan anak sebagai senjata untuk menekan pihak                             lain demi membela dan mempertahankan diri sendiri.                             Misalnya mengancam pihak yang pergi untuk tidak                             boleh lagi bertemu dengan anak kalau tidak                             memberikan tunjangan; atau tidak diperbolehkan untuk                             bertemu dengan anak supaya pihak yang pergi merasa                             sakit hati, sebagai usaha membalas dendam.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Tetap                             mengasuh anak bersama-sama dengan mengenyampingkan                             perselisihan.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:4px;" align="justify"><span lang="IN"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Memperkenankan                             anak untuk mengekspresikan emosinya. Beresponlah                             terhadap emosi anak dengan kasih sayang, bukan                             dengan kemarahan atau celaan. Anak mungkin bingung                             dan bertanya, biarkan mereka bertanya, jawablah                             pertanyaan tersebut baik-baik, dan bukan mengatakan                             &#8220;anak kecil mau tahu saja urusan Mama                             Papa&#8221;.</span></span></p>
</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:6px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Dari                         saran-saran di atas terlihat jelas betapa pentingnya                         kerja sama orangtua agar anak dapat beradaptasi dengan                         sukses dan betapa penting arti keberadaan orangtua bagi                         sang anak. Saran-saran di atas bukanlah hal yang mudah                         dilakukan, apalagi jika perceraian diakhiri dengan                         perselisihan, ketegangan dan kebencian satu sama lain.                         Keinginan untuk menarik anak ke salah satu pihak dan                         menentang pihak yang lain akan sangat menonjol pada                         model perceraian tersebut. Tapi jika itu dilakukan,                         berarti orangtua sungguh-sungguh merupakan individu                         egois yang hanya memikirkan diri sendiri, dan tidak                         memikirkan kesejahteraan dan masa depan anak. Mungkin                         ada yang berpikir &#8220;Anak saya baik-baik saja kok,                         dia tidak apa-apa meskipun tidak ada ibunya/ayahnya.                         Lihat dia ceria-ceria saja, badannya sehat, sekolahnya                         juga rajin&#8221;. Tapi tahukah Anda apa sebenarnya yang                         ada dalam hati sang anak? </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<p style="margin-top:6px;" align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span lang="IN">Kalau                         perceraian memang tak terhindari lagi, maka mari membuat                         perceraian tersebut menjadi perceraian yang tidak                         merugikan anak. Suami-istri memang bercerai, tapi jangan                         sampai anak dan orangtua ikut juga bercerai. Anak-anak                         sangat membutuhkan cinta dari kedua orangtua dan                         menginginkan kedua orangtuanya menjadi bagian dalam                         hidup mereka. Bagi anak, rasa percaya diri, rasa                         diterima dan bangga pada dirinya sendiri bergantung pada                         ekspresi cinta kedua orangtuanya. Bagi Anda yang akan,                         sedang atau telah bercerai, cobalah untuk selalu                         mengingat hal tersebut dan masa depan anak-anak Anda.                         Perhatian berupa materi memang perlu, namun itu saja                         sangat tidak memadai untuk membuat anak mampu                         beradaptasi dengan baik.  Jangan lagi menjadikan negeri ini                         semakin carut marut dengan membiarkan anak-anak kita                         yang tidak berdosa menjadi terlantar. (<strong>jp</strong>)</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">______________________________ </span></td>
</tr>
<tr bgcolor="#8dce9d">
<td width="16"></td>
<td width="591" align="left" valign="top" bgcolor="#8dce9d">
<ul>
<li> <a href="mailto:epsi@cbn.net.id"><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;"><strong>Tulis                           Komentar Anda</strong></span></a></li>
<li> <a href="http://www.e-psikologi.com/keluarga/comment.htm"><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;"><strong>Lihat                         Komentar</strong></span></a></li>
<li><a href="http://www.e-psikologi.com/keluarga/index.htm"><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;"><strong>Artikel                             Lainnya</strong></span></a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#ffffff;font-size:xx-small;"><br />
Copyright (c) 2000, e-psikologi.com. All rights reserved<br />
Situs ini didesain oleh </span> <a href="http://www.e-psikologi.com/Lain-lain/tentang_kami.htm"><span style="font-family:Verdana;color:#ffffff;font-size:xx-small;">e-psikologi.com </span></a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainurrustandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainurrustandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainurrustandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainurrustandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainurrustandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainurrustandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainurrustandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainurrustandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainurrustandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainurrustandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainurrustandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainurrustandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainurrustandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainurrustandi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainurrustandi.wordpress.com&amp;blog=6392596&amp;post=3&amp;subd=ainurrustandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/gerakan-pramuka-mts-annizhomiyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c8975f0d66935cf6bb1cc2fe5e88efa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ainurrustandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/hello-world/</link>
		<comments>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 04:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainurrustandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainurrustandi.wordpress.com&amp;blog=6392596&amp;post=1&amp;subd=ainurrustandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainurrustandi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainurrustandi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainurrustandi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainurrustandi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainurrustandi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainurrustandi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainurrustandi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainurrustandi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainurrustandi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainurrustandi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainurrustandi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainurrustandi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainurrustandi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainurrustandi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainurrustandi.wordpress.com&amp;blog=6392596&amp;post=1&amp;subd=ainurrustandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainurrustandi.wordpress.com/2009/01/31/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c8975f0d66935cf6bb1cc2fe5e88efa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ainurrustandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
